Mitoni (Tujuh Bulanan)

Beberapa bulan yang lalu tepatnya hari Jumat tanggal 20 Februari 2015, aku dan suami mengadakan acara tujuh bulanan kehamilanku,
Sebenernya kita berdua sadar akan hukum Islam mengenai acara ini, namun kita sepakat tetap mengadakan bukan dengan kepercayaan - kepercayaan yang melenceng dari kaidah agama.
Kita mengadakan dengan alasan ingin mengungkapkan rasa syukur kami dengan mengumpulkan segenap keluarga yang ada dan tetangga - tetangga untuk silaturahmi.
Susunan acaranya saja banyak yang diubah dan buat kita hanya penghias acara saja.
Buat aku dan suami ini adalah tradisi yang unik yang harus dilestarikan tetapi jangan sampai menjadi perbuatan syirik bagi kita.
Beberapa usulan acara dari sesepuh - sesepuh yang ada kita ubah, "yaaah.. buat asik - asikan aja" kata suami. Lagian kita lebih suka melihat dari sisi seni-nya.
Acara diadakan di rumah orangtuaku di desa Wonogiri. Jadi ini yang punya gawe sebenernya si Bapak, cuma kita yang koreksi acara - acaranya dan Bapak menyetujui.
Berangkat dari Surabaya bersama suami, mertua dan adik ipar hari Jumat dini hari dan tiba di Wonogiri Jumat siang.
Disambut oleh beberapa ibu - ibu tim masak di dapur (mereka menyebutnya rewang).
Senang sekali melihat ibu - ibu tetangga yang saling membantu cuma - cuma, kabarnya mereka selalu ada di setiap acara. Gilaaaa hari gini masih ada tradisi seperti itu ya? di kota mana ada? 

Tim rewang
Acara akan diadakan malam hari sehabis Isya', Yaah bisa dibayangkan sesi acara mandi kembang malam hari yang dingin.
Ada beberapa makanan yang entah mungkin jaman dulu untuk sesajen atau makna - makna kepercayaan tersendiri, tapi bagi kita semua ini adalah makanan unik yang nantinya disajikan untuk dimakan bersama - sama.

Ayam ikat 7 buah
Yang paling mengasikkan di tim dapur ini kita menemui kompor pada jaman purbakala, menggunakan kayu bakar. Masakan yang menggunakan kayu bakar dinilai lebih mantab.

kompor purbakala
Taraaaa.... Hidangan tujuh bulanan sudah siap tersaji....!!!!

Hidangan 7 bulanan

Sementara tim rewang  sibuk dengan persiapan makanan, aku sibuk mempersiapkan cengkir gading yang masih polos. Nampaknya gatal tangan ini untuk melukis sendiri hanya berbekal pensil dan "googling" gambar Kamajaya dan Dewi Ratih.
Hasilnya cukup lumayan, katanya sih kalo anaknya laki - laki biar gagah kayak Kamajaya, kalo perempuan biar cantik kayak Dewi Ratih.
Cengkir Gading buatan hasil karya sendiri
Baiklah acara pun dimulai, diawali dengan pengajian bapak - bapak dengan membaca Surat Yusuf dan Surat Maryam, tidak ada yang mewajibkan untuk membaca kedua ayat ini. Karena tidak ada dalilnya, demikian pak Ustadz menjelaskan. Namun tetap dibaca karena menghormati tetua - tetua yang ada.
Yang penting mah ibu dan sehat selamet, sehat, dan dijauhkan dari bencana.
Amiiiin....

Pengajian Bapak - bapak
Acara berikutnya yakni santap hidangan yang sudah disajikan dengan apik.. entahlah kenapa piring tanah liat ini ada tujuh buah jumlahnya.
Tidak lupa suami menjajakan rujak manis yang sudah dibuat oleh tim rewang, konon katanya jika rujak rasanya manis maka anak yang dikandung perempuan, jika rasanya pedas segar maka yang dikandung adalah anak laki - laki.
believe it or not?

Hidangan 7 bulanan
rujak segar

Kali ini adalah acara yang ditunggu - tunggu oleh aku dan suami, secara kita berdua sengaja ga mandi untuk mempersiapkan sesi acara ini. Yakni siraman.
Siraman ini diharapkan agar bayi lahir dengan lancar tanpa aral melintang. Percaya ga percaya sih, yang penting kita menikmati segarnya air yang disiramin ke kita :D
Siraman ini dilakukan oleh yang dituakan di kampung yang dilakukan di belakang rumah.

Mandi kembang
Ekspresi kesegaran yang kita nikmati

Diteruskan dengan acara ganti jarit/ sewek/ kain batik yang dipakaikan sebanyak tujuh kali, kain mana yang cocok dan penonton akan berteriak "cocookk" nah kain itulah nantinya digunakan untuk bersalin. Lucu ya?

Ganti Jarit tujuh kali
Kemudian dilanjutkan dengan acara pecah kelapa/ Cengki Gading yang dilakukan oleh suami. Konon katanya ketika kelapa dibelah dan airnya keluar dengan kencang, maka anak yang dikandung adalah laki - laki, dan sebaliknya.
Macem USG jaman dulu ya?
Pecah Cengkir
Selesai :)