Kesibukan Pagi (Hari Ini)

Pagi ini Saya begitu santai menikmati waktu berjalan, tidak seperti biasanya.
Bangun pukul 04.30 WIB kemudian melakukan ritual sholat pagi, tidur lagi, bangun lagi pukul 06.00 WIB dan bergegas mandi.
Tidak seperti biasanya lagi karena Saya harus adaptasi dengan kos baru yang antri dengan kamar mandi, so Saya merasa harus pergi ke kamar mandi lebih awal dari yang lain secara Saya masuk kantor pukul 07.10 WIB.

Tiba di kantor juga earlier  dari biasanya. Saya menyalakan PC kemudian berdoa. Karena hari ini pekerjaan tidak terlalu banyak Saya memandangi lalu lalang sekitar.
Mulai dari teman - teman yang kemudian satu per satu memasuki ruangan dengan sapaan dan salamnya, ada yang terburu - buru kemudian masuk toilet, ada yang menyeduh kopi, ada yang langsung menggarap dokumen, ada yang sibuk menerima telepon, dan yang lain sebagainya.

Samar - samar

Kau teriakkan mengapa Aku seperti berkepribadian ganda,
lantas kau bisa apa?
Kau hanya secarik kertas yang kemudian Tuhan menuliskan takdirmu di situ.
Aku juga hanya bisa memainkan drama yang sudah menjadi skenarioNya
lantas aku bisa apa?
Kau petikkan nada dan kau mainkan lagu sendumu, lantas aku bisa apa?
Jika aku berdansa dengan fatamorgana kemudian tertawa atau...
aku menundukkan kepala menahan duka,

Hari Terakhir Kerja Sebelum Liburan Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Sedihnya ketika melihat bangku kerja sudah mulai banyak yang kosong hari ini.
Mereka mencuri start untuk mudik bersama keluarga ke kampung halaman.
Bahkan detik - detik menjelang pulang dari kantor sudah banyak yang berjabat tangan berpelukan mengucapkan "mohon maaf lahir batin"

Heii... ini belum lebaran teriak Saya dalam hati.

Namun tetap saja saya menyambut mereka dengan senyuman hangat dan merasa hari itu bisa jadi hari terakhir kami bertemu. Karena Saya ingat kematian akan datang sewaktu - waktu, wallahu'alam bishshawab.

Mereka mengingatkan Saya bahwa Lebaran memang sudah diambang pintu, diperkirakan tanggal 8 Agustus 2013 minggu depan. Dan evaluasi pada diri Saya bahwa Ramadhan kali ini belum tampak ada perubahan baik dalam diri Saya, atau bahkan penurunan kualitas ibadah Saya.
Astaghfirullahaladzim....

The Fasting Month Part 2

Ini janjiku nglanjutin postingan tentang bulan Ramadhan kali ini.
Pada tahun ini aku ngrasain hal yang sama di dua tahun sebelumnya. Ngrasain bulan  Ramadhan tanpa keluarga. Aku mutusin berpisah rumah dengan budhe dan tinggal di kos dekat dengan kampus. Bisa dibayangin buat berbuka dan sahur aku harus jajan.
Di sepanjang jalan sekitar kampus berjejer orang berjualan makanan. Sama seperti dua tahun yang lalu ketika aku tinggal di Yogyakarta pada bulan Ramadhan. Hal yang mengasyikkan ketika melihat banyak makanan yang menggoda sebagai menu buka puasa ataupun sahur.
Menu berbuka terutama banyak sekali dijual sebelum maghrib tiba. Ada Lumpia, Gorengan, Bubur Kacang Hijau, Es Dawet, Es Kolak, Es Campur, Es Jus, Es Degan, Es bla - bla - bla serta makanan Nasi campur, Soto Ayam, Rawon, Pecel Lele, Penyetan, Bebek Goreng, Sate Madura, bla - bla - bla, banyak sekali.
Gimana enggak tergiur ketika perut kosong serambi menunggu waktu berjalan - jalan memilih menu yang beragam. Ngabuburit.

The Fasting Month Part 1

Ceritanya sedikit kurang fokus, yang jelas Saya akan bercerita mengenai Ramadhan yang saya rasakan kali ini sebagai umat muslim yang awam dan masih haus akan ilmu agama.

Hari ini adalah hari ke - 14 puasa Ramadhan setelah pemerintah menetapkan Puasa Ramadhan dilaksanakan mulai tanggal 10 Juli 2013. Waktu cepat sekali berlalu, sedih sekali jika ramadhan harus segera pergi.
Ini serius!

Semasa saya kecil rasanya jarang ada perbedaan dalam waktu menentukan awal puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Dewasa ini Saya sering menjumpai perbedaan tersebut di Indonesia ini. Tidak ada kendala sih, hanya saja rasanya kurang mantab kalau beberapa orang sudah menjalankan puasa atau bahkan merayakan hari raya juga demikian.

Am i narcissist ?

Hari ini saya merasa jobless dan tiba - tiba tangan Saya mengotak - atik sebuah aplikasi edit photo.
Saya sedang mengedit foto Saya sendiri kemudian menjadi template blog ini :D.
Saya memang hobi sekali berpose di depan kamera meski bukan seorang model. Hobi juga mengambil gambar dengan angle tertentu kemudian mempoles campuran warna dan cahaya meski bukan seorang fotografer atau editor profesional :D
Saya sering melakukan kegiatan ini dulu ketika masa puber saya.
Orang bilang Saya narsis.
Belum lagi ketika teman membaca salah satu postingan saya yg berjudul Love yr Self , mereka menilai tulisan itu narsis. Belum lagi ada beberapa teman berpendapat blog Saya semacam diary dalam bentuk internet yang menceritakan pengalaman pribadi Saya.

Ulangtahun Sebagaimana Mestinya


Sehari lewat sudah hari kelahiran Saya yang ke Dua Puluh Empat Tahun. Beribu ucapan dari teman - teman dan kejuatan dari Sang Pacar bertubi - tubi berdatangan di hari itu. Saya lebih appreciate pada doa - doa yang mereka lontarkan dan segera meng-amin-inya.

Beberapa teman sudah pasti banyak yang meminta semacam perayaan, mereka menganggapnya sebagai ucapan rasa syukur saya. Tapi seketika Saya berpikir, apakah saya harus membuang uang untuk teman - teman yang sekiranya mereka sangat mampu demi rasa syukur saya? Lebih baik mana kalau Saya sharing rejeki dengan orang - orang yang lebih membutuhkan di luar sana?

Hehe... Kemudian Saya memutuskan untuk tidak merayakan kecuali rasa ucap syukur Saya dengan cara Saya sendiri.

Saya mencoba mencari tahu arti ulangtahun ini. Ulangtahun itu menurut wikipedia adalah hari kelahiran seseorang ditandai dengan mulainya kehidupan di luar rahim. Perayaan ulang tahun itu diawali oleh bangsa Romawi Kuno, mereka sangat antusias merayakannya dengan pesta hedonistik dan hadiah yang berlimpah.


No Place Like Home

Rumah seburuk apapun bentuknya tidak akan pergi dari fungsinya. Seperti yang sedang Saya alami sekarang. Saya benar - benar merindukan rumah.
Memang lebih tepatnya bukan rumah yang dengan segala fasilitas yang ada. Namun rumah dengan segala kasih sayang keluarga beserta jiwa - jiwa yang selalu menganggap Saya ada.
Tempat dimana Saya benar - benar menjadi siapa Saya sebenarnya.
Entahlah siapapun di luar sana yang membuat Saya nyaman, namun lebih nyaman ketika Saya bersama dengan mereka.
Mereka yang tak pernah peduli Saya sebagai apa.

Just a Theory

Lagi - lagi rasa malas ini membelenggu sekujur tubuhku.
Dulu saya sempat kesal dengan orang yang menyebut kata "I Hate Monday"
Bayangin saja, ketika negara sudah memberi kita jatah libur weekend Sabtu dan Minggu.
Belum lagi hari Jumat itu kadang diperhitungkan dengan hari kerja yang pendek bagi wanita. As we know, para pria muslim harus beribadah ke Masjid dan para wanita menghabiskan waktu makan siang entah kemana.

a love that will last

Senja itu meminta kami untuk menikmatinya.
Kemudian di sela - sela nafas kami berhembus, pikiran kami bertemu.
Dalam sebuah penyelesaian yang menari - nari tanpa lelah.
Ya... Sebuah agenda yang akan menjadi sebuah kemenangan bagi kami.
Kemenangan dari keberanian kami berdua yang semata - mata dipatahkan bahwa kami terlalu muda.
Kemenangan yang kemudian dipatahkan oleh keraguan bahwa masih banyak hal yang harus dicapai.
Namun seperti kata Renee Olstead di lagunya "a love that will last",
I don't want a just memory and give me forever!

Teman

Kata "friends are everything" itu memang benar.
Hasrat untuk berbagi tidak bisa dipungkiri lagi. What a pity i am !
Semenjak Saya sibuk dengan kegiatan kerja - kuliah - dan ehemm...have someone special.
I really have a pathetic feeling.
Merindukan kebersamaan dan gelak tawa serta berbagi dengan sesama.
Kadang penyesalan datang ketika mereka sudah jauh. Mungkin keterbatasan kesabaran menahan emosi dan ego yang terlalu besar membuat kita memilih untuk berhenti berkomunikasi entah selamanya atau sementara.
Atau kadang menyesal juga ketika harus berbaur dengan orang - orang baru lantas tidak segera berkenalan, menyapa, atau berkomunikasi langsung.
Yah, rasa - rasanya sekarang benar - benar kehilangan mereka.
Anyone who had been a friend of mine, please forgive my mistakes.. and please come back to me!
:(

1st Vacation with Boyfriend

Aku dan pacar bertekad pulang kampung sekaligus vacation buat pertama kali di tempat yang jauh menurutku.
We were going to Wonogiri, Jawa Tengah.
Sekarang orangtua dan adik berdomisili di sana. Pedesaan yang terpencil tetapi selalu membuatku rindu akan keasriannya.
Jumat malam hari sekitar pukul 22.00 Aku berangkat dari Surabaya.
Hanya berdua, Aku dan pacar.
Kami meyakini jalanan pasti macet dan sebenarnya telah lelah seharian beraktivitas.
Kami memilih berangkat malam hari karena merasa jalanan akan lebih sepi dan agar lebih cepat sampai tujuan.


Suddenly being Dancers

Malam itu adalah malam spectacular menurut Saya. Saya dan teman - teman mendadak menjadi penari dan kondang di kantor wilayah Jawa Timur tentunya. Ya, malam itu adalah malam kebersamaan kantor kami lingkup Jawa Timur. Ada Kantor Perwakilan (KPw) Kediri, Jember, Malang , dan tentunya sebagai koordinator yakni Surabaya.
Hampir seribu totalnya dari karyawan kami yang mengikuti acara kebersamaan tersebut. Acara ini biasanya diadakan setiap tahun sebagai pengganti PORWIL (Pekan Olah Raga Wilayah).
Tahun - tahun sebelumnya antara kantor perwakilan saling berkompetisi merebutkan beberapa penghargaan. Sebenarnya tidak ada manfaat lain selain kebersamaan sendiri sehingga konsep tahun ini diubah menjadi malam kebersamaan saja tanpa adanya pertandingan.

Alay yang Bermanfaat

Perjalanan dari Kantor menuju kampus Saya tidak menyangka bertemu dengan Bapak X yang lebih memilih bersepeda untuk transportasi rumah - kantor dan sebaliknya. Idealisnya dia berpikir lebih irit menggunakan sepeda dan sekaligus olahraga. Di sisi lain entah ada alasan apa Saya tak peduli. Yang menarik buat saya ketika si Bapak menempelkan semacam plat kendaraan di belakang sepedanya dengan tulisan "M44F 13055" kemudian disusul dengan "J464 J4R4K"
Alay yang bermanfaat























Produk Lokal yang Go Internasional


Boleh dikatakan bangga ketika Saya membaca  finance detik  ternyata entrepreneur Indonesia mempunyai potensi luar biasa mengembangkan ide usaha mereka sehingga brand yang mereka pakai hampir saja mendunia. Patut dicontoh. Merek - merek ini tidak disangka sudah muncul di beberapa negara.
Ternyata tidak hanya artis Ibukota kita yang bisa Go International.
Menurut Detik Finance ada merek lokal yang mendunia antara lain : J.co Donuts and Coffee, Ouval Research, Le Monde, Peter Says Denim, Al Madad Chocolate, Partner In Crime, Mimsy, Es Teler 77, Klenger Burger, dan Hatten Wines. Sebenernya masih banyak lagi bahkan blogger ataupun kaskuser sudah membahas hal ini beberapa tahun yang lalu sebelumnya.

Yuk Belajar meng - Arsip

Juni 2012, Aku dikasih kesempatan mengikuti Training Manajemen Doukumen. Meski aku ga tau betul gimana pengarsipan dengan benar itu, well let's enjoy. Semacam studi banding antara arsip kantor yang punya manajemen bagus dengan arsip pribadi di kamar yang porak poranda.

Arsip yang buruk : Rapi tapi tidak bermanfaat


Apa sih arsip itu?
Kalau orang awam bilang sih kumpulan dokumen - dokumen penting baik elektronik atau non elektronik yang fungsinya sebagai informasi ketika kita membutuhkan di waktu yang akan datang.

Kalau menurut UU No. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan, lebih ribet lagi kata - kata nya :
"Arsip adalah rekaman atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara."

Kenapa sih Arsip itu penting buat kita apalagi di perusahaan.

Badan Publik perlu mengelola arsipnya dengan baik karena :
1. Membantu badan publik untuk meneliti secara cermat setiap keputusan dan kegiatan organisasi;
2. Memungkinkan badan publik mentransfer pengetahuan, pembelajaran dari masa lalu, dan melindungi kepentingan kolektif bangsa;
3. Memenuhi kepentingan badan publik dan masyarakat dalam memperoleh informasi dari setiap keputusan dan dan tindakan badan publik yang mempengaruhi publik dalam menjalankan pembangunan;

Pentingnya arsip ini jadi ngingetin akan tatanan buku - buku yang ada di kamar. Hahaha. Padahal arsip itu sangat membantu kita yang punya daya ingat lemah.

Berikut quotes dari Sir ArthurG. Douhty, tokoh kearsipan Kanada 1924 yang di ukir di atas batu :

“Of all national assets, archives are the most precious; they are the gift of one generation to another and the extent of our care of them marks the extent of our civilization.”

Kira - kira artinya begini, Dari semua aset negara yang ada, arsiplah yang paling berharga. Warisan nasional dari generasi ke generasi yang sangat perlu untuk dilestarikan. Tingkat keberadaban negara dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya.
Pembukuan di Masa Penjajahan Belanda

How about your archives?

Well, lanjut dengan jalan - jalan mengitari khasanah arsip yang ada di kantor pusatku di Jakarta. Tepatnya di daerah Jl. Thamrin no.2 Jakarta.
Begitu indah dan rapinya arsip itu ditata. Mulai dari jaman penjajahan Belanda sampai sekarang, dokumen penting masih terpelihara rapi.  Menceritakan sejarah, dan pencitraan yang luar biasa.

Aku coba bandingin rak yang isinya kardus - kardus keramat di kantor Surabaya. Ga jauh beda, hanya saja karena ruang penyimpanan arsip di kantor Surabaya lebih sempit jadi tatanannya lebih sederhana.
Lihat di sela - sela rak selalu ada pengharum ruangan, sebagai pengusir ngengat dan binatang - binatang kecil lain yang bisa merusak arsip.



Rak Arsip di kantor Surabaya

Ga lupa tetap nyimpen dokumen - dokumen elektronik pada rak yang berbeda agar pencarian lebih mudah jika diperlukan.


rak dokumen elektronik (1)

rak dokumen elektronik (2)
Pengelolaan Arsip itu sendiri begini kira - kira ceritanya,
Arsip itu dibagi menjadi dua yakni Arsip Dinamis dan Arsip Statis.
Arsip Dinamis itu adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip  dan disimpan selama jangka waktu tertentu.
Arsip dinamis meliputi arsip vital, aktif, dan inaktif.
Contoh simpelnya dokumen - dokumen yang berkaitan dengan perusahaan itu sendiri yakni data - data resource-nya , dsb.
Sedangkan Arsip Statis yakni arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis masa retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan atau lembaga kearsipan.
Misalnya foto - foto bersejarah berdirinya suatu lembaga negara, barang - barang peninggalan bersejarah, dsb.
Manajemen Arsip Dinamis itu ketika sudah habis masa retensinya sesuai kebijakan perusahaan masing - masing maka boleh dimusnahkan.
Bukan tumpukan karung uang, tetapi tumpukan dokumen yang akan dimusnahkan (jadwal retensi telah habis)

Bukan juga lemari penyimpanan uang, sekali lagi ini lemari arsip

Foto - foto yang menyimpan histori dari perusahaan

Yuk benahi arsip kita, lebih - lebih arsip yang ada di kantor kita agar lebih mudah pencarian informasinya dan sebagai bentuk pencapaian strategis perusahaan tempat kita bekerja.

Kalau sudah rapi kayak gini, siapa yang ga betah di rumah?


Sumber : Pengelolaan Arsip Badan Publik dalam Perspektif Peraturan dan Perundangan di Bidang Kearsipan oleh Azmi.

Run For Love

Ada cerita menarik bagi Saya yang tak akan pernah Saya lupakan. Saya akan bercerita tentang seseorang yang melakukan hal yang konyol buat saya. Terharu, senang, kadang sempat berpikir kesal karena apa yang dilakukan ini benar - benar tak masuk akal dan membuat hati Saya bergerak.
Sebut saja dia Yudhi, ini nama sebenarnya.

***
Saya mengenalnya entah sejak kapan, lebih tepatnya ketika saya berada di bangku kuliah kelas malam (Alih Jenis S1 Manajemen).
Konon kabarnya dia suka dengan Saya sudah lama sejak kami bertemu namun Saya menganggap ini semua adalah lelucon kawan - kawan Saya di kelas.
Bahkan semacam risih ketika sahabat Saya ikut mereferensikan dia sebagai pacar Saya. Pals, please Saya sudah punya kekasih.
Memang saat itu hubungan Saya dengan pacar Saya diambang kehancuran. Saya yang bikin masalah sih tapi Saya tidak ada rencana sedikitpun untuk mencari pria lain.
Puncaknya pada malam keakraban program studi Saya di Tretes. Satu kelas rame - rame menginap di satu villa dengan tujuan agar kita bisa lebih mengenal satu sama lain. Malam itu kami memperkenalkan diri satu persatu dan pertanyaan - pertanyaan tidak penting muncul dari mulut teman - teman. Intermeso sih biar suasana lebih hidup.
Tiba giliran Saya usai memperkenalkan diri timbul pertanyaan dari sahabat Saya sendiri yang disaksikan banyak orang.
 ''Sudah punya pacar belum kak?'' celetuknya, Saya gemas dengan dia lalu saya bersuara lirih di depan microphone yang Saya pegang, "Lahacia"
Serentak mereka tertawa kemudian ada yang menyeletuk, "Sama Yudhi aja kak, kan dia ganteng, baik, lucu, kurang apa?"
Saya hanya tersenyum, "Amiiin"
Ramai lagi dengan siulan heboh, hmmm lebih tepat kalau kami ini seusia dengan sepupu Saya yang masih SMP.
Ada lagi pertanyaan yang sebenernya malas untuk Saya jawab, "kriteria cowok idaman kakak yang gimana?"
Saya jawab dengan polos, "Yang kayak Nicolas Saputra"
Ramailah mereka entah menertawakan Yudhi atau bergumam, mencela, Saya pura - pura tidak mendengar dan kembali duduk menyaksikan yang lain berkomentar.
Pada giliran Yudhi memperkenalkan diri, Saya menyimaknya. Sampai pada waktu teman - teman mempertanyakan statusnya, dia menjawab dengan lantang, "Galon"
Ramailah mereka menebak apa arti Galon yang dimaksud Yudhi. "Gagal Move-On" jawab Yudi.
Serentak tertawa justru Saya yang terdiam.
Saya berpikir memang semua itu hanya lelucon dan untungnya Saya tidak pernah GR saat teman - teman menjodohkan Saya dengan dia. Dia sendiri gagal move on, jadi tidak mungkin dalam kondisi seperti itu bisa suka dengan orang lain.
Esoknya Saya satu mobil dengannya perjalanan pulang ke Surabaya. Ada lima orang yang berada di mobil itu, kami pun banyak bercanda di sepanjang jalan. Sampai saya melontarkan kata - kata "So, gue harus gulung - gulung gitu dari tretes ke Surabaya sambil bilang Wow?" Guyonan yang lagi in tapi saya lebih kreatif memberi imbuhan kata - kata yang sedikit berlebihan.
Sintong yang duduk di depan menemani Yudhi mengemudi menyeletuk, "Bagus bro! bisa jadi inspirasi kamu buat nyatain cinta bro!"
Yudhi tertawa, "Hahahah ooo iya - iya bener!"
Sesampainya di Surabaya, Yudhi mengantarkan teman - teman ke rumahnya. Karena Saya ada keperluan di kantor , maka Saya memintanya untuk mengantar Saya. Dan dengan senang hati dia mengantar Saya.
Di sepanjang jalan kami banyak bercerita mengenai masa lalu kami masing - masing. Saya melihat ekspresi dia mungkin sedikit kagum dengan cerita kehidupan saya. Bisa buat inspirasi katanya.
Sejak itu Saya mulai menganggapnya sebagai teman dekat. Tidak lebih.
***

Tepat pada tanggal yang cantik 12.12.12 dia melakukan hal yang tak pernah Saya bayangkan.
Lari kecil dari Tretes ke Surabaya dan mendokumentasikannya untuk Saya.
Mari perhatikan propertinya :

Pemanasan dekat Hotel Surya
1. Running Jacket warna biru terbuat dari parasit 90%, bisa dibayangkan keringat yang menetes di dalam tubuh.
2. Celana futsal hitam line kuning berlogo Juventus
3. Sepatu futsal Specs warna kuning
4. Kaos putih polos bertuliskan #Run4Love dari spidol whiteboard
Gambar di atas ceritanya sih pemanasan kira - kira beberapa meter dari Hotel Surya Tretes sekitar pukul 12.30 WIB seusai sholat Dhuhur. Masih terlihat sejuk dengan dedaunan yang hijau dan kostum yang segar.
Dia berangkat bersama tim suksesnya yakni Bregas dan Anto dari Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Mereka menggunakan sepeda motor dan kamera seadanya yakni iphone milik Bregas. Membuat video yang berdurasi kira - kira 5-10 menit dari setiap posnya. Saya belum sempat bertemu dengan Bregas untuk meminta video tersebut untuk Saya upload di sini.
Garis start nya dimulai dari depan Hotel Surya lihat sebelum dia beraksi :
Depan hotel Surya sebelum beraksi
Jangan komentar dengan bentuk tubuhnya ini karena dia memakai jaket jadi terlihat lebih gemuk dari sebelumnya yang memang gemuk (justkidding).
Perjalanan Tretes Surabaya yang berjarak sekitar 65 km itu dibagi beberapa pos peristirahatan.
Setelah mendaki gunung lewati lembah dan menuruni jalan yang terjal dan curam dia berhenti di pos I kemudian tim suksesnya menuliskan huruf "W" pada kaosnya.
Pos I tepat terletak pada Masjid Cheng Ho, Pasuruan, dekat dengan Pusat oleh - oleh Bakpao Telo dan kepiting Cak Gundul. Coba saja dia memberitahukanku hal ini Saya akan menitip oleh - oleh. Terlihat ekspresi yang letih tetapi tetap ambisius.

Depan Masjid Cheng Hoo , Pandaan, Pasuruan
Pos II adalah pertigaan Apolo Pasuruan arah ke Surabaya. Di pos II timnya menuliskan huruf "E" Sayangnya kali ini Saya tidak menemukan fotonya. Hanya saja ada foto di saat dia rehat sejenak antara di antara pos I dan pos II.
"glek...glek...glek..."

Pos III adalah detik - detik penghabisan tenaganya. Rasanya dia sudah tidak kuat lagi harus meneruskan perjuangannya menuju Surabaya. Sampailah dia di Wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo. Sedikit lagi namun kaki sudah enggan untuk berlari.  Tim sukses kemudian menolongnya dan merayunya agar dia pulang ke Surabaya dengan perjalanan normal. Namun tetaplah tinta hitam mengukir huruf "N" pada kaos putihnya.

Salamat datang di wisata Lumpur Lapindo Sidoarjo


Meleset pada rencana awal yang seharusnya dia meneruskan perjalanannya sampai pada pos IV yakni di Alun - alun Sidoarjo sebagai garis finishnya. Namun tetap tidak lupa melukis huruf "N" pada kaos polosnya. Waktu itu menunjukkan sekitar pukul 18.30 WIB dan hari itu adalah hari Rabu. Seharusnya dia masuk kelas dan melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa.

suasana alun - alun Sidoarjo Malam hari
Paradoks, tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 bagi Saya adalah hari yang sangat menyedihkan ketika menerima kabar bahwa teman dekat Saya meninggal dunia pada pukul 12.00 WIB di kota kelahirannya Solo. Bangun Nuh Riawangsa, sahabat dekat mantan Saya. Saya menyesal tidak bisa menjenguknya saat dia sakit padahal saya sudah berjanji membelikannya oleh - oleh keripik nangka. Ya, saya sangat terpukul dan hari itu juga Saya tidak masuk kuliah.
Rencananya, Yudhi akan menyatakan cintanya sepulang dari Tretes di kampus dan melihatkan video yang telah terekam sebagai tanda bukti.
Handphone Saya dipenuhi SMS dari dia untuk mengajak bertemu dengannya. Karena Saya pikir pertemuan kita tidaklah penting lantas Saya menolaknya. Saya lebih baik menghibur diri dan kebetulan Saya memang ada janji sebelumnya dengan sahabat lama Saya.
Dia sediukit memaksakan diri untuk menemui Saya dimanapun Saya berada tetapi saya keukeuh tidak ingin bertemu. Meski Saya sudah bertemu dengan kedua sahabat lama Saya, perasaan sedih masih tak terbendung. Saya ingin sekali ikut pemakaman almarhum di Solo tetapi esok hari tetaplah Saya harus bekerja.
Hari berikutnya pada tanggal 13 Desember 2012 di halaman parkir kampus Fakultas Ekonomi Saya bertemu dengan Yudhi yang sudah menunggu lama di Gazebo. Vidya yang berjalan di samping Saya berdehem kemudian menyeletuk, "Kamu tahu tidak Wen, kemarin Yudhi nyariin kamu, dia pengen nunjukin sesuatu ke kamu."
Yudhi tersenyum malu sambil memegang handphone mencari sesuatu di dalamnya. "Wen, jangan pulang dulu, aku mau nunjukin sesuatu."
Vidya tertawa kecil, "Wen inget nggak waktu kamu di mobil bilang kalo kamu mo gulung - gulung dari Tretes ke Surabaya?"
Saya diam berpikir, "aku lupa, kenapa emang?"
Yudhi tersenyum malu, "Vid, udah kamu pulang ajah!" usirnya, Saya tahu itu hanya bercanda.
"Tuhkan, yaudah aku nggak mau ganggu kalian berdua, aku pulang dulu yaaa... Tapi ntar aku kasih tau ya videonya?" pamit Vidya meninggalkan Saya dan melambaikan tangan.
"Loh? Vid? kok aku ditinggal sih?" Sedikit kesal.
Yudhi membalas lambaikan tangannya kemudian mengajakku duduk di sampingnya untuk melihat video yang telah terekam.
"Sebenernya aku pengen nunjukin ini kemarin karena tanggalnya cantik. Tapi kamu susah banget ditemuin." ujarnya
Saya masih menyaksikan video yang dia buat dengan menggelengkan kepala, berdebar, terharu, tapi sedikit kesal. Tidak percaya.
"Kamu ngapain sih pake acara kayak gini?nyiksa diri tau nggak?"ketus Saya
"'Aaah... cuma lari - lari kecil biasa kok",hiburnya
Seusai keterharuanku melihat video itu, dia mengeluarkan sesuatu dari kantong ajaibnya. Kaos putih yang dekil bertuliskan #Run4Love dan WENN".
Diciumnya kaos itu, "Nggak bauk kok" dia memastikan kaos itu tidak apek karena keringatnya sebelum diberikan padaku. "Sebelum pakek kaos ini kan aku pakek jaket, jadi kamu tenang aja."
Saya sengir, "Kok namaku kurang huruf I?"
"Aku pengen I itu kamu yang isi kalau kamu mau nerima aku."ujarnya, "Kalau kamu nggak mau, kamu bisa kasih silang setelah huruf N"
"Nerima?" tanya Saya bingung
"Oh sorry, aku nggak maksa kamu buru - buru memutuskan sesuatu. Yang jelas, Aku melakukan ini semua karena Aku merasa interest sama kamu sejak awal kita kenal. Temen - temen itu bener, aku emang suka sama kamu. Tapi selama ini kamu anggap itu lelucon, jadi aku buktiin dengan ini. Kamu gak perlu kasihan sama aku. Aku juga gak minta jawaban dari kamu. Meskipun sebenernya aku ngarep banget."
"Tapi maaf Yud, aku baru saja berjanji pada diriku sendiri. Berjanji pada sahabatnya yang baru saha meninggal. Dan ini tidak mungkin bisa merubah keputusanku."ucapku pelan takut menyakiti.
"Iya aku tahu, yasudah dibawa aja, aku bener - bener nggak memberimu deadline kapan kamu harus mencoret atau memberinya huruf I. Sampai kamu siap untuk menjawab dan kamu pikirkan matang - matang." kemudian dia tersenyum.
Aku diam dan menatap kaos yang ada di genggamanku.
Bagaimana bisa Saya menjawab dengan berpikir matang - matang. Dia orang baru dalam kehidupan Saya. Dia memang baik tetapi saya belum kenal baik. Saya juga baru saja berikrar kepada Bangun untuk memperbaiki hubungan Saya dengan mantan Saya.
Saya memutuskan untuk keesokan hari, Saya akan mencoret kaos itu dan berjanji menjadikannya sahabat baik. Itu tekad Saya sebelum meninggalkan Gazebo kampus.
"Baiklah, Aku simpan dulu ya. Serambi mengenalmu." ujarku.
"Kenali aku lebih dalam wen. hehehe."
Kami berjalan menuju tempat bersandar sepeda motor kami masing - masing yang kebetulan berdekatan kemudian saling berpamitan.
Sesampainya di rumah Saya iseng membuka timeline twitter dia. Ternyata benar, dia mengajak para pendukungnya pada tanggal 12.12.12 itu menggunakan hashtag Run For Love (#RunForLove).
Semua teman mendukungnya. ck ck ck Istimewa sekali pria ini.

rame di TL-nya : #RUN4LOVE

Kaos keramat itu sampai sekarang masih ada di lemari baju Saya. Meski dekil, saya tahu bagaimana cara menyimpannya. Tidak juga saya membubuhkan 1 huruf di sana seperti permintaannya.
Masih tersimpan rapi dan wangi.

Kaos #RunForLove
Dari kejadian itu Saya mencoba untuk mengenali siapa Yudhi. Sampai pada akhirnya dia benar - benar menaklukan hati Saya dengan kebaikan dan kehebatan.
Your love melt into my soul !
Semangatnya luar biasa... ibarat di kegelapan dia tidak menghabiskan waktu untuk mengutuknya tetapi siap menyalakan lilin - lilin kecil sebagai bentuk survival.



"And now… I’ll pick up the star for you…
If you love me too…if you love me too…
I know… I’ll fly you to the sky over the seven sky…
If you love me too …"
Sandy Sandhoro - End of the rainbow


Memang Saya telah ingkar janji kepada almarhum teman saya. Namun Saya akan memastikan semua akan baik - baik saja.

:))

Wennieminnie

When We Feel Jealous, When We Had Some Bad Disease

" Masa lalu biarlah masa lalu
Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku
Masa lalu biarlah masa lalu
Sungguh hatiku tetap cemburu"


Begitu kira-kira cuplikan reff dari lagu dangdut berjudul "Masa lalu".
Saya tidak begitu menyukai musik dangdut apalagi jenis koplo gini, tapi karena di sekitar saya sering yang mendengarkan lagu ini otomatis Saya ketularan. Ketularannya bukan suka dengerin musik dangdutnya tapi satu lagu aja.
Ya... lagu ini, masa lalu.

Di kantor Saya yang istimewa ini punya ruang karaoke buat pegawe - pegawe hobi nembang.
Hmm.. kebanyakan bapak - bapak ini suka banget lagu ini, dan di meja kantor pun meski sudah dipisahkan dengan cubicle tetap saja terdengar mp3 "masa lalu".

Sedikit saya sambungkan dengan kisah saya mengapa saya tertarik dengan lagu ini.
Jujur saya sudah ***** kali pacaran (sensored), sering kali melakukan kesalahan yang sama.

Setiap saya menjalani hubungan dengan seseorang, saya selalu membandingkan dengan masa lalu Saya ataupun dengan masa lalunya.

Saya sendiri bingung, tetapi ini semacam penyakit menurut Saya yang perlu perlu sangat dihentikan karena benar - benar merugikan Saya.
Contohnya Saya dengan mantan pacar Saya ke-3 ini sering kali bersitegang ketika Saya selalu membandingkan Saya dengan mantan dia yang cantik dan smart.
Begitu pun dia, sering kali membandingkan dirinya sendiri dengan mantan - mantan Saya ataupun sahabat - sahabat pria saya yang lebih dari dia.
Dan pada akhirnya kita sama - sama merasa useless.
Emang tak ada habisnya dan ini menyiksa sekali.

Pacar Saya yang sekarang pun (semoga terakhir) juga pada akhirnya membuat Saya demikian. Sebelum kami menjalin hubungan dia pernah cerita dan sedikit bangga dengan mantannya yang super hebat itu.

Dari beberapa kali pacaran, kenapa membuat diri Saya semakin useless??
Sebenernya ada beberapa cara yang menurut akal sehat Saya manjur.
  1. Masa lalu itu bagian dari proses maturation. Poin sebenernya adalah rasa cemburu dari masa lalunya, mungkin bisa jadi karena kita terlalu sayang. Pernah gak berpikir Tuhan telah mempertemukan kita dengan orang yang mendampingi kita sekarang ini? Yasudah terima dia sepaket dengan masa lalunya.
  2. Beda Nasib bukan takdir. Heiii.. inget yaaa nasib itu bisa diubah dengan usaha. George, Anak Pak Joseph (pengandaian) ini sekarang sedang melanjutkan S3 nya di Oxford. Dia adalah pengusaha muda yang kreatif dan banyak pengagumnya. Sudah terlihat dari kecil dia memang sering berprestasi dan didukung dengan fasilitas dari orangtuanya. Maklum Pak Joseph adalah seorang Pengusaha yang sangat dihormati di wilayahnya dan istrinya adalah seorang dokter. Jangan merasa kita kalah dan terpuruk, kita hanya beda nasib. Mungkin akan lebih berarti ketika kita dari keluarga yang tidak berada namun kita menjadi orang yang berada. Jadi please jangan membandingkan diri kita dengan orang lain yang memang beda nasib dari kita. Kalau nasib kita jelek, bisa kita ubah kok dengan usaha kita.
  3. Selalu bersyukur. Satu hal lagi yang mungkin kita lupa akan rasa bersyukur kita terhadap Sang Pencipta. Hidup tidak melulu untuk bersaing, hidup tak melulu untuk berduka, dan hidup tak melulu untuk bersuka. Coba deh ketika kalian bercermin dan mengeluh ''aaaahh kenapa jerawat Saya ada di mana - mana siiih??'' (misalnya), maka seketika ingatlah semua itu hanya titipanNya, masih mending cuma di kasih jerawat dibanding dengan Siti Nur Jazilah alias Lisa pasien face off dari Surabaya yang konon katanya tersiram bahan kimia. So how? 
  4. Tak akan ada habisnya. Imagine it setiap kali kita membandingkan diri kita dengan satu kelebihan orang lain kita merasa useless, bagaimana dengan kelebihan - kelebihan mereka yang lain, kita akan merasa deep in useless . Tak akan ada habisnya dan bahkan wasting time.
Bagaimana kalau kita ubah diri kita dengan mengoptimalkan potensi yang ada bukan untuk dibanding - banding kan dengan kelebihan orang lain. Inget orang cantik pun bisa kentut, maksud saya di sini bahwa orang yang terlihat sempurna di mata kita pun sebenarnya dia banyak kekurangan. Tapi bukan berarti  Saya mengajarkan untuk mencari - cari kekurangan orang lain.


Itu aja sih...  Sebenernya buat draft Saya sendiri tapi saya iseng - iseng publish siapa tau bermanfaat.
Mungkin lain kali akan saya tambah lagi poin penting gimana caranya kuat dan bangga terhadap diri kita sendiri. :))
Coba baca juga "Berdamai dengan Masa Lalu"

Keep in fight

Sincerely,
Wenni

Kangen Kerokan

I got a catching cold today!
rrrrrr...
Semenjak sering kurang tidur karena sering pulang kemaleman, Saya sering banget menderita catching cold (begini kaum ekpatriat menyebutnya, saya ikut - ikutan). Wong jowo bilang masuk angin.
Kata dokter sih ini cuma masalah istilah. Di luar negeri emang ga ada yang namanya masuk angin.
Saya cari di google translate juga ga ada. Nemunya "enter wind" hmmm... kalo gini jadi ngrasa bodoh banget. hahaha
Di istilah kedokteran, kata temen Saya yang baru lulus S1nya di kedokteran UII, masuk angin itu bisa jadi karena hipoglikemia (kadar gula darah rendah/ di bawah normal). Kalau telat makan misalnya, gula darah bakal drop lalu keluar keringat dingin, kurang konsentrasi, sakit kepala. Intinya kurang enak badan.
Sama dengan pola tidur Saya yang kurang sehat.
Kata teman Saya lagi nih, gejala penyakit jantung pun menyerupai masuk angin. Nyeri di dada, mual, ingin muntah, dan sakit di dada yang tidak khas.
Haaaahhh... Help please!
Saya tidak ingin mati mendadak :(
Jadi parno sendiri kan?
Dulu ibu Saya sering memberikan obat yang paling mujarab ketika Saya masuk angin. Ya dengan kerokan itu memberikan Saya efek candu. Menurut ilmu Einstein , energi muncul karena terjadinya pergesekan dua benda. Jika permukaan kulit kita digosok - gosokkan dengan tangan (pijit) atau dengan benda tumpul (koin) secara cepat maka suhu tubuh akan meningkat sehingga pembuluh darah kita akan melebar kemudian peredaran darah kembali lancar dan oksigenasi menjadi lebih baik. Rasa sakit pun hilang!
Antara sugesti dan reality.

Tapi teman Saya ini menjelaskan  ada hal yang harus diwaspadai adalah melakukan kerokan pada bagian leher, baik belakang, samping atau pun depan. Kerokan membuat lapisan kulit menipis dan merusak jaringan yang ada. Jika lapisan di leher menipis atau terkikis akibat kerokan malah bisa menyebabkan risiko stroke. Ada lagi yang mengatakan bahwa ketika pori - pori melebar, banyak bakteri dan virus yang masuk ke tubuh kita dan efeknya baru terasa di kemudian hari.
Dengan adanya peringatan dari sahabat Saya ini, Saya mulai mengurangi pengobatan tradisional ini (kerokan). Saya mulai membiasakan diri dengan minuman hangat misalnya teh manis hangat, jahe, dan senjata saya, yakni tolak Angin/Antangin.
Yah.. meski Saya benar - benar merindukan kerokan... :(


Cheers,
Wenni

B.O.S.A.N

Hari ini adalah titik puncak kebosanan Saya.
Ibarat burung di sangkar emas. Ck!
Burung itu merasa memiliki hidupnya ketika dia bisa terbang setinggi - tingginya, kemudian bebas hinggap dimana aja. Meski memiliki sangkar yang indah dia tidak akan merasa bahagia karena diA belum merasa hidup ini miliknya sendiri.
Memang mungkin akan sedikit bangga punya sangkar mewah namun itu semua fana.
Hmm...
Saya sedang jenuh dengan pekerjaan Saya yang monoton. Memang Saya sedikit bangga dengan instansi Saya bekerja, tapi jika dipikir - pikir sekarang ini Saya bukan apa - apa. Useless. Flatness. Jobless.
Saya tau ini faktor emosional Saya sendiri. Antara tuntutan target pribadi Saya yang tinggi, kurangnya rasa bersyukur, atau kurangnya tantangan dalam pekerjaan (dibanding dengan pekerjaan orang lain dalam satu bidang/ kantor).
Bosan menurut Saya adalah ketika merasa semua pekerjaan sudah selesai dikerjakan dalam hitungan menit. Kemudian santai dan tak ada lagi yang perlu Saya kerjakan kecuali perintah dadakan.
Mo apalagi yang Saya kerjakan? Untung Saya kuliah lagi, kadang kalau ada tugas, Saya ngerjain tugas Saya.
Jobdesk di kantor Saya sudah ada masing - masing. Kebetulan jobdesk Saya itu sangat mudah. Entah Saya yang menggampangkan atau emang atasan Saya ini menilai Saya tidak berkompeten sehingga memberikan pekerjaan yang mudah.
Saya mo bantu teman Saya yang lain? NO! Mereka tidak akan berbagi pekerjaan, karena stok pekerjaan di sini masing - masing sudah ada. Mungkin mereka merasa "Pekerjaan Saya juga dikit, jangan ikut bantuin, nanti Saya nggak kerja dong". Hahahah konyol kan?
Atau mungkin "Hellow, elo ga bisa, so elo ga usah sok jadi hero".
Astaga...
Meskipun tak setiap waktu saya merasa jobless, terkadang dalam waktu tertentu pekerjaan itu datang dengan banyaknya kepada Saya. Sampai - sampai kewalahan.
Tapi kalau sudah jenuh ya seperti ini perasaan Saya ...
Tapi Saya terkadang berpikir gramatika yang pas dengan Saya. Apakah "I was very bored'' atau kah ''i am boring".
.
hhhh.... i wish find love in hopeless jobs
i hope so...


Regards,
Wennie
at lovely office